25 Juni 2008

LIMA PANDANGAN TENTANG PENGANGKATAN GEREJA

1. Pandangan Pre-Tribulasi Rapture
Yang pertama adalah pandangan yang mengatakan bahwa gereja akan diangkat sebelum masa Tribulasi, dan ini disebut Pre-Tribulasi Rapture, yang mana pengajaran ini mengatakan bahwa Tuhan akan datang secara imminent. Setelah kedatangan Tuhan bagi jemaat-Nya, dan setelah kita diangkat ke awan berjumpa dengan Tuhan di angkasa, dan kemudian kita akan berdiri di hadapan Kristus di bema, tahta pengadilan Kristus, dan kita diberi hadiah oleh Dia dari kasih dan pekerjaan kita bagi Dia. Kemudian kita masuk dalam Pesta Perjamuan Kawin Anak Domba. Dan setelah itu kita akan bersama dengan Dia turun lagi ke bumi. Dan setelah kembali ke bumi lagi ini, dan setelah terjadinya perang Harmagedon, kemudian kita masuk memerintah bersama Kristus dalam kerajaan seribu tahun atau millennium. Di akhir masa millennium akan terjadi pemberontakan Setan, dan setelah itu kita masuk ke dalam sorga yang kekal. Inilah pandangan yang pertama tentang doktrin ini, yaitu Pre-Tribulasi rapture gereja.
2. Pandangan Mid-Tribulasi Rapture
Interpretasi kedua dari para sarjana ini adalah Mid-Tribulasi raptur; yaitu bahwa gereja masuk dalam separuh atau tiga setengah tahun pertama dari masa Tribulasi, dan setelah tiga setengah tahun masa Tribulasi gereja akan diangkat oleh Tuhan. Jadi gereja diangkat di pertengahan masa Tribulasi.

3. Pandangan Post-Tribulasi Rapture
Interpretasi teologis ketiga adalah Post-Tribulasii raptur – yaitu bahwa gereja akan ikut mengalami masa kesusahan besar yang sangat mengerikan itu; dan setelah masa Tribulasi, gereja akan diangkat. Ini pada umumnya didasarkan pada satu ayat yang agung dalam Alkitab; yaitu, Matius 24:29. Tuhan kita berkata di dalam pengajaran apokaluptik-Nya di dalam Injil Matius, “Segera sesudah siksaan pada masa itu…Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit…. Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya… dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi” (Matius 24:29-31). Jadi, para sarja Post-Tribulasi ini berkata bahwa di sini sangatlah jelas. Tuhan berfirman, “Segera sesudah siksaan pada masa itu, Allah akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi.”

Jawaban untuk masalah ini: Orang-orang pilihan yang dimaksud oleh Tuhan di sini adalah orang-orang kudus pada masa Tribulasi. Mereka adalah orang-orang yang telah diselamatkan dan dimeteraikan di antara orang-orang Israel, umat Allah, dan para petobat non Yahudi mereka. Mereka bukan jemaat, karena jemaat telah diangkat pada masa itu, diangkat sebelum masa Tribulasi yang sangat mengerikan itu. Tribulasi berhubungan dengan minggu ketujuh Daniel, minggu terakhir dalam Yeremia 30:7 – ini dihubungkan dengan masa “kesusahan besar bagi Yakub.” Setelah pengangkatan (rapture) jemaat, orang-orang kudus dari masa Tribulasi ini tidak terlupakan. Mereka akan dibangkitkan dari antara orang mati menurut Wahyu 20:4-5. Tidak seorangpun dari mereka yang akan dibiarkan tetap di dalam kubur. Tidak ada tulang yang dibiarkan tetap berada dalam kubur. Orang-orang kudus dari masa Tribulasi ini akan dibangkitkan dari antara orang mati, dan ini dengan sangat jelas dijelaskan dalam Wahyu 20:4-5.
4. Pandangan Partial Rapture
Posisi doktrinal keempat dari para sarjana modern adalah partial rapture; mereka berpendapat bahwa hanya orang-orang Kristen yang rohani saja yang akan diangkat, dan orang-orang Kristen kedagingan/duniawi akan ditinggalkan untuk masuk ke dalam masa kesusahan yang sangat mengerikan itu. Namun ada ayat dalam Kitab Suci, yaitu 1 Korintus 15:51 yang berkata, “Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah.” Di sini dikatakan bahwa bukan beberapa dari kita yang akan diubahkan, bukan beberapa dari kita yang akan diangkat, bukan beberapa dari kita yang akan dimuliakan dan sementara beberapa dari kita akan ditinggalkan untuk mengalami Tribulasi, namun kita semua akan diubahkan, “Tetapi kita semuanya akan diubah” (1 Korintus 15:51). Pada kenyataannya, secara doktrinal, kita tahu bahwa tak ada satupun dari kita yang layak di hadapan Tuhan. Hanya oleh kasih karunia Allah saja kita diselamatkan, oleh sebab itu setiap kita yang telah diselamatkan oleh kasih karunia Allah itu tidak akan ditinggalkan untuk mengalami masa penghakiman yang sangat mengerikan itu, atau tidak akan terjadi bahwa beberapa dari kita, yang kita pikir lebih rohani akan diangkat untuk berjumpa dengan Tuhan dan sementara yang lain ditinggalkan.

Pembahasan doktrin ini: Jika kita harus masuk ke dalam Tribulasi supaya diselamatkan, maka jika demikian keselamatan bukanlah berasal dari anugerah atau kasih karunia, namun melalui perbuatan atau pekerjaan dan penderitaan kita, atau oleh karena sesuatu yang kita lakukan. Kita diselamatkan oleh kasih karunia Tuhan kita. Tidak seorangpun dari kita yang layak, namun Kristus telah mati bagi kita untuk menggantikan posisi kita, dan hanya di dalam kasih dan kebaikan-Nya kita dapat diterima ke dalam hadirat Allah yang begitu mulia.

5. Pandangan yang Mengatakan bahwa Tidak akan ada Rapture
Selanjutnya, posisi kelima adalah pandangan yang mengatakan bahwa tidak akan ada rapture atau hari pengangkatan. Tidak akan ada Tribulasi. Tidak akan ada Harmagedon. Tidak akan ada Millenium. Tidak akan ada kebangkitan secara khusus.

1 komentar:

Joseph mengatakan...

kok bisa ya ada istilah pengangkatan yang dipercayai orang-orang kristen. Sementara istilah itu tidak ada didalam Alkitab.
maaf saya agak bingung, tidak relevannya teori ini sata dengan yang lain. membuat saya bingung apakah Allah membiarkan kita bingung?
yakin saya sih tidak demikian pastia ada benang merahnya di sini tapi bagaimana yah menemukannya?!